BUDAYA ASAL BAPAK SENANG DAN AKIBATNYA.

ASAL BAPAK SENANG DAN AKIBATNYA

oleh: Rino Desanto

ASAL BAPAK SENANG merupakan masalah sosial budaya yang terbentuk sejak puluhan tahun lalu bahkan sejak jaman kerajaan. Rakyat kecil dalam banyak hal lebih banyak menunduk dari pada menatap tegak lurus ke depan, terutama pada pejabat,  sehingga berjalan tidak terarah karena tidak melihat jalan di depan. Demikian sebaliknya, mereka yang sedang menjabat lebih sering melihat keatas sehingga tidak tahu bahwa kakinya menginjak kepala orang lain. 

Tampaknya kondisi ini sengaja dipertahankan guna menjaga kelangsungan sebuah jabatan. Akhirnya semua informasi dari bawah selalu ABS (asal bapak senang), mungkin karena takut kalau memberikan data yang jelek atau buruk meskipun riil, dianggap tidak bisa bisa melaksanakan tugas. Akhirnya data yang masuk ke pusat jadi tidak valid atau tidak menggambarkan kondisi riil sebenarnya.
Seperti kita ketahui pejabat di pusat hanya mengandalkan data sebagai bahan pengambilan keputusan. Bila data tidak valid maka hasil pengambilan keputusan juga tidak akan aplikatif. Kita maklum, tidak mungkin seorang pejabat, misalnya di bidang pendidikan, melakukan pengamatan ke semua sekolah di seluruh indonesia hanya untuk bahan pengambilan keputusan. Hanya 0,000 persen saja tentunya sekolah yang pernah dikunjungi. Data hasil pengamatan tersebut tentunya tidak representatif  karena tidak semua sekolah di seluruh negeri ini dalam kondisi sama.  Sebagai ganti pengamatan maka hanya mengandalkan data dari bawah yang di himpun mulai tingkat desa sampai propinsi, dari tingkat TK sampai perguruan tinggi.
Namun apa yang terjadi? Mereka yang dibawah dengan berbagai kendala tidak memiliki keberanian  menampilkan realitas sebenarnya. Banyak data yang masuk berdasarkan kondisi maksimal, bukan berdasarkan kondisi standart. Ketika pengambil keputusan melakukan keputusan untuk meningkatkan kualitas, berdasarkan data yang masuk, mereka yang dibawah kalang kabut karena sudah kehabisan energi untuk berkerja lebih keras lagi.

Hal-hal seperti inilah yang membuat keputusan-keputusan di negeri ini seringkali tidak bisa diterima di kalangan bawah. Salah satu penyebabnya adalah data yang masuk ke pusat asal bapak senang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: