PERBEDAAN DALAM MASYARAKAT

PERBEDAAN DALAM MASYARAKAT

Oleh: Rino Desanto W.

Sejak kecil sebenarnya kita sudah diajarkan tentang perbedaan, bahkan diajarkan tentang perbedaan yang indah. Sejak di Taman Kanak-Kanak (dahulu belum ada PAUD) sudah diajarkan menyanyi, salah satunya lagu berjudul Pelangi. Lagu tersebut menggambarkan betapa indahnya pelangi dengan warnanya yang bermacam-macam.

Ternyata benar, pelangi indah karena terdiri dari berbagai warna, mulai dari merah, kuning, hijau dan seterusnya. Sedemikian indahnya, sampai-sampai memberikan inspirasi untuk dijadikan sebuah lagu untuk anak-anak. Hanya sayangnya hingga lulus sekolah tidak menerima  pemahaman makna keindahan pelangi.

Ada sebuah makna yang dalam dari pelangi, bahwa pelangi itu  indah karena terdiri dari bermacam warna. Jika saja pelangi itu hanya terdiri dari satu warna, maka pelangi tidak akan tampak indah bahkan tidak memberikan inspirasi untuk ditulis sebagai sebuah lagu. Sebagaimana lukisan tampak indah, karena di dalamnya ada berbagai warna dan campuran warna. Tidak bisa dibayangkan, betapa lukisan akan menjadi hambar jika hanya terdiri dari satu warna,  misalnya biru saja, merah saja atau kuning saja. Tentu akan tampak seperti kertas polos berwarna, biru, merah atau kuning. Ternyata yang menumbuhkan keindahan itu justru perbedaan.Maka tidak elok jika ada dari kita tidak bisa menghargai perbedaan. Bukankah perbedaan itu indah? Kenapa tidak dipertahankan?

Tapi inilah yang terjadi, beberapa individu atau kelompok cenderung memaksakan kehendaknya kepada individu atau kelompok lain karena merasa hanya dirinya yang benar dan yang lain salah. Mereka tidak bisa menerima pihak lain yang tidak sejalan dengan pendapatmya.

Beberapa kekacauan di tanah air dipicu oleh ketidakfahaman dalam berbedaan. Mulai dari perbedaan dalam keyakinan dan agama, perbedaan dalam status sosial, perbedaan latar belakang budaya, sampai perbedaan dalam berpendapat.

Sebenarnya perbedaanlah yang membuat hidup ini menjadi harmonis dan produktif. Dalam masyarakat perbedaan sangat dibutuhkan. Kita bisa bayangkan bila dalam suatu lingkungan masyarakat memiliki status sosial yang sama tingginya, tentu akan sulit mencari tenaga kasar seperti tenaga untuk membersihkan  rumah halaman, tenaga untuk menebang pohon, tenaga untuk membersihkan selokan dan sebagainya.

Dengan adanya perbedaan agama kita bisa saling silahturohmi, mengucapkan selamat Idul Fitri pada mereka yang beragama Islam, mengucapkan selamat Natal pada umat Nasrani, sehingga kehidupan bertetangga terasa lebih harmonis.

Demikian juga dalam kehidupan berdemokrasi, perbedaan pendapat akan memberikan peluang perbaikan dan mengerucutkan kebenaran. Dengan adanya perbedaan-perbedaan inilah hidup menjadi lebih produktif dan lebih indah.

Pertanyaannya, kenapa berberapa individu atau kelompok sulit untuk beradaptasi dengan perbedaan-perbedaan? Apakah mereka memang tidak paham makna perbedaan? Ataukah sebenarnya mereka paham tetapi memang dengan sengaja mengacaukan keberagaman.

Mungkin beberapa dari kita memang tidak bisa memahami makna perbedaan. Ini dikarenakan sejak kecil hidup dalam lingkungan yang tidak beragam. bisa juga karena sejak kecil tidak pernah mendapatkan pencerahan tentanng indahnya perbedaan. Sudah saatnya kita mulai melakukan evaluasi, baik sebagai orang tua, sebagai seorang pendidik atau sebagai tokoh masyarakat,  dengan memberi contoh kepada anak-anak, atau dengan memberikan pemahaman kepada anak didik  tentang indahnya perbedaan.

Anak-anak merupakan aset terbesar kedepan negeri ini, sebaiknya mereka nanti mampu hidup dalam perbedaan agar hidup di negeri ini terasa lebih tenang dan damai. Kita sudah terlalu lama sibuk dengan diri sendiri, tidak sempat memberikan contoh pada yang lebih muda. Lama mereka terombang-ambing tanpa pegangan yang kuat. Lama kita kehilangan identitas diri sebagai orang timur yang rendah hati, penuh teleran, saling menghargai perbedaan pendapat, saling menghargai perbedaan latar belakang sosio budaya, hidup rukun dalam perbedaan keyakinan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: