MINGGU SUARA JIWA

Puisi Rino Desanto W

 
Senin Pagi……………………
Cahaya bersinar miring menggairahkan ujung rumput menatap langit

Senin Siang…………………
Terik hujan datang bergantian
Terik menanti dahaga hujan menunggu lapar
Terik hujan tak terhindarkan
Aku nikmati terik dengan rasa hangat
Aku nikmati hujan dengan rasa sejuk

Selasa pagi. ……………….
Seekor cicak jantan bergegas menuju persembunyian
Kepada cicak betina bercerita pengalamannya
Semalaman aku mengikuti mimpi manusia
Mereka berada di ruang terbuka luas dan terang
Mereka berjalan kesana kemari tiada henti
Hingga tersisa sedikit tenaga.
Tiba-tiba hujan lebat petir menyambar
Dengan sedikit tenaga mencari tempat aman
Ditemukan lorong kecil gelap
Mereka berdesakan menggerutu dan mengumpat

Selasa Malam……………….
Sayap belalang kayu menggetarkan keheningan
Kesaksian bintang-bintang memudarkan keremangan
Riuh katak merontokan tirani kegepalan
Satu per satu keangkeran berguguran
Kokok ayam membuka wahana hidup baru

Rabu Pagi…………………..
Hari berganti aku berada di tengah kebimbangan
Berhenti atau meneruskan langkah
Aku berupaya menyusuri kejenuhan, menyusuri keraguan
Hari berganti masih diperlukan langkah, mungkin satu mungkin juga seribu langkah.

Rabu Malam – Kamis Pagi
Keringat panas di anak tangga berkata
Setan betina bercinta dengan setan jantan
Pagi hari, ditemukan selembar kertas bertuliskan
Aku meninggalkan anak tangga bukan demi cinta

Sabtu – Minggu
Siang itu bocah laki-laki lelah telanjang dada muka kosong menunduk di persimpangan jalan kampung
Tak jauh dari sana bocah laki-laki berjalan menatap ke depan senyum penuh harapan.
Tak jauh dari sana bocah laki-laki berlompatan terbahak-bahak menatap langit menanti bulan turun ditangan.
Sorenya mereka bermain bersama riang menghias dadanya.
Esok pagi mereka keluar rumah dengan warna berbeda
Letih menyelimuti sumsum dan saraf nenanti jiwa yang terbang
Tiba-tiba kurasakan getar melampaui manusia menghangatkan darah
Penantian berakhir di penghujung minggu

Kala Tanggal Bulan Terulang
Mata terbuka perlahan seiring perjalanan menuju waktu
Kerinduan masa kecil menggoda membangkitkan senyum tawa
Seandainya waktu dapat terulang ingin hari ini kembali ke masa lalu.
Terima kasih Tuhan, engkau berikan kesempatan melimpah, mengingat mengenang masa indah meneduhkan jiwa
Kujalani hari ini dengan senyum, kupandang langit-Mu, ku pijak bumi-Mu
Hari ini hari-Mu tuntunlah aku seperti rencana-Mu
Esok kuserahkan sepenuhnya pada-Mu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: