MENGURANGI JAM KERJA BAGI PEKERJA WANITA

Mengurangi Jam Kerja Bagi Pekerja Wanita

Oleh: Rino Desanto W.

Mengurangi jam kerja bagi pekerja wanita, bukanlah hal setuju dan tidak setuju, atau menolak dan tidak menolak. Kita harus melihat lebih dalam dari sisi kebutuhan anak. Anak membutuhkan kasih sayang orang tua dalam jumlah yang banyak, anak membutuhkan waktu bermain yang cukup, demikian juga waktu untuk mengenal orang tua sebagai bahkan sebagai model.

Anak adalah wajah negeri ini di masa mendatang. Mau menjadi seperti apakah negeri ini, bisa dilihat dari dipenuhi atau tidaknya kebutuhan anak. Untuk itu memang diperlukan waktu yang cukup bagi orang tua untuk mendampingi anak. Inilah filosofi yang seharusnya digunakan sebagai dasar untuk menentukan perlu tidaknya jam kerja pekerja wanita dikurangi atau tidak tidak.

Wajar saja jika muncul wacana dari Wapres Jusuf Kalla. Para perempuan yang bekerja akan dipulangkan dua jam lebih awal. Demikian juga Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok, punya ide para PNS DKI yang perempuan ditawarkan pindah kerja ke tempat yang lebih dekat dengan rumahnya. (news.detik.com, Kamis, 4 Desember 2014). Apapun itu bentuk implementasinya sudah barang tentu mengacu pada filosofi dasar akan kebutuhan anak.

Jika perlu ibu setelah melahirkan bisa diberikan kesempatan cuti jauh lebih lama agar kebutuhan bayi bisa terpenuhi, tidak hanya masalah ASI, tapi juga dalam rangka mengenal lingkungan sosial keluarga, sehingga anak merasa lingkungan sosial keluarga memberikan rasa nyaman. Cuti disini dipandang sebagai investasi masa depan negara. Ibu dipandang sebagai melaksanakan tugas negara. Jangan sampai dipandang dari satu sisi, dimana negara rugi karena membayar orang yang tidak bekerja.

Apa yang dilakukan ibu dengan mengasuh anaknya selama cuti tidak boleh diremehkan. Mengasuh disini adalah tugas negara dalam rangka membentuk generasi kedepan. Pada prinsipnya, apapun bentuk perlakuan yang diberikan pada pekerja wanita adalah dalam rangka perbaikan wajah negeri ini ke depan. Karena itu dibutuhkan kejian mendalam agar implemtasinya tepat sasaran.

Banyaknya berita tawuran, pengrusakan, ketidak pedulian terhadap negeri ini menunjukkan bahwa ada suatu yang serius dan memerlukan pembenahan segera. Semua itu hanyalah gejala, ada suatu yang mendasar antara lain kurangnya kasih sayang dalam keluarga terutama pada masa kecil. Banyak dari kita kurang siraman kasih sayang dimasa kecil, sehingga buah cinta yang kita miliki tak cukup untuk diberikan kepada negeri ini.

Untuk itu negara perlu mempertimbangkan bagi pekerja wanita agar lebih banyak memiliki waktu untuk memperhatikan anak-anaknya yang masih kecil, dan negara memandangnya sebagai investasi masa depan. Bentuknya bisa disesuaikan dengan kondisi dan budaya masing-masing daerah. Fleksibilitas dalam implementasi diharapkan bisa lebih mengefektifkan capaian sasaran.

Beberapa cara dapat dilakukan seperti misalnya:

  1. Memberi kesempatan bagi pekerja wanita untuk mengambil cuti habis melahirkan paling lama tiga tahun, dengan asumsi setelah anak berusia tiga tahun anak sudah bisa masuk playgroup. Tentunya dengan pengawasan yang berwenang agar cuti tersebut tidak banyak digunakan untuk kegiatan yang kurang produktif. Bila kedapatan lebih banyak waktu bukan digunakan untuk anaknya, harus ada sanksi yang tegas.
  2. Setelah anak berusia tiga tahun sampai akhir usia TK, pekerja wanita bisa diberikan ijin pulang paling lama dua jam lebih awal, agar lebih banyak waktu digunakan bersama anaknya.
  3. Setelah anak masuk Sekolah Dasar, pekerja wanita bisa diberikan kesempatan setiap seminggu sekali untuk berkomunikasi dengan wali kelas anaknya, guna memantau berkembangan anaknya di sekolah, agar misi pendidikan anak banga dapat dicapai secara bersamaan oleh sekolah, keluarga dan lingkungan tentunya.M

Point satu sampai tiga di atas hanyalah sebuah penawaran solusi jangka panjang. Untuk mengawali ada baiknya diterapkan pada PNS dahulu, bila suatu hari telah dievaluasi dan ternyata terjadi perubahan berarti bukan tidak mungkin diterapkan di semua lini.

(Telah diterbitkan di media Kridha Rakyat)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: