POTRET

Puisi Rino Desanto W

Tiba Saatnya
Awalnya bibir kita terkatup
Mata kita bicara kesombongan
Kini tiba saat tak terhindarkan
Kulit melupas menyemburkan warna-warna
Kita buka kanvas putih biarkan alam melukisnya
Lebih indah menikmati ……

Hati Kerontang
Wanita muda mengurai hidupnya
Menatap belakang pasir kering menyilaukan
Di depan bunga bermekaran tak tampak indah
Alunan musik klasik tak terdengar syahdu
Peluk kasih orang tua tak terasa hangat
Keceriaan anak-anak tak bangkitkan semangat
Bangun sorot datar hingga lunglai semua hambar

Sendiri
Aku tak ingin sepi berteman jeruji
Aku tak ingin sakit memeluk cemeti
Sunyi gairahkan inspirasi
Mengukir dirimu ditembok berduri
Kuceritakan pada bulan ini bukan mimpi
Kuceriakan diri sepanjang waktu

Desoleil
Kau lahir dari matahari
Kau bawa jiwa matahari
Kubuka mata hatimu
Memberi setiap saat
Tak meminta sekedar kata
Tak berharap sekedar doa
Memberi semua dengan cinta

Bimbang
Bersandar bulan sabit
Lantunan kakatua menunggu sang jantan
Puncak pohon pilang tak sanggup mengukir janji
Kokok bersautan memudarkan keteguhan
Mentari perlahan menyilaukan
Mentari menyuguhkan bayangan
Menangkap hari menangkap bulan menyambut tahun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: