PELANGGARAN PENGGUNAAN FASILITAS UMUM

PELANGGARAN PENGGUNAAN FASILITAS UMUM

Oleh: Rino Desanto

Penertiban fasilitas umum adalah sebuah dilema. Di satu sisi berkaitan dengan naluri bertahan hidup, di sisi lain terjadi pengambilalihan hak orang lain. Pada fasilitas umum terdapat hak orang lain untuk memakai fasilitas tersebut. Misalnya trotoar, sebuah fasilitas yang dibangun untuk memberikan ruang bagi pejalan kaki. Tidak dibenarkan pejalan kaki berjalan di badan jalan, selain berbahaya bagi pejalan kaki sendiri, juga berakibat penyempitan badan jalan.  Masyarakat yang telah melaksanakan kewajibannya kepada negara dengan membayar pajak, berhak menggunakan fasilitas umum seperti trotoar. Jika diatas trotoar telah didirikan dibangun semi permanen apalagi permanen maka mereka yang membangun dapat dikatakan telah mengambil alih hak orang lain secara paksa.

Memang sangat disayangkan, bangunan diatas fasilitas umum seringkali ditertibkan setelah bangunan sudah berdiri sekian lama. Pertanyaaan mendasar, kenapa mereka nekat menggunakan fasilitas umum untuk keperluan pribadi. Boleh jadi mereka memang tidak tahu kalau diri mereka telah melanggar atau memang peraturan yang ada masih begitu longgar, atau juga aturan belum dijalankan secara maksimal karena berkaitan dengan biaya. Apapun akar masalahnya Kedepan pemerintah tidak boleh tinggal diam jika ada tanda-tanda akan adanya penggunaan fasilitas melebihi aturan yang ada. Agar tidak terjadi banyak kerugian baik di pihak pelanggar maupun pemerintah, yaitu dalam bentuk biaya penertiban.

Lebih lanjut penggunaan fasilits umum sangat mengganggu keindahan tata kota, apalagi jika didirikan bangunan di sekitar taman kota. Bukan berarti orang tidak boleh sama sekali melakukan kegiatan seperti berdagang di sekitar fasilitas umum, hanya saja musti dilakukan tanpa mengganggu kepentingan umum. Seperti misalnya berdagang di trotoar pada malam hari, dimana aktifitas pejalan kaki sudah berkurang dan suasana malam tidak berpengaruh banyak pada keindahan kota. Selesai berdagang trotoar kembali bersih seperti semula, tenda dan perlengkapan jualan lainnya tidak ada yang ditinggal. Bilamana sampai terjadi ada barang atau perlengkapan berdagang yang sengaja ditinggal di sekitar area fasilitas umum, petugas dapat segera melakukan penertiban.

Jalan raya dan traffic light juga sebagai fasilitas umum. Pelanggaran terjadi karena menggunakan jalan raya dengan kecepatan tinggi. Di kawasan perkotaan misalnya masih banyak pengguna jalan raya berkendara dengan kecepatan melebihi 50 km/jam bahkan melanggar traffic light. Sudah saatnya ada tindakan tegas atas pelanggaran tersebut, namun dengan terlebih dahulu dilakukan sosialisasi. Jalan raya bukanlah tempat sampah, membuang sampah di jalan raya harus ditindak tegas, namun begitu tempat sampah di pinggir jalan harus ada terlebih dahulu sebelum sanksi diberlakukan.

Jika hal tersebut dapat dilakukan maka, kecil kemungkinan pendirian  pembangunan di atas fasilitas umum. Selanjutnya tidak perlu lagi dipusingkan dengan pekerjaan rumah terkait fasilitas umum yang dalam perjalanan sejarah selalu menghabiskan energi, mulai dari sosialisasi sampai eksekusi. Untuk jangka pendek, tidak ada cara lain kecuali dengan penertiban sampai ke sudut-sudut gang, tentunya didahului dengan sosialisasi yang belum tentu juga dengan sekali penyampaian sosialisasi bisa diterima oleh banyak pihak.

Jangka panjangnya peran serta masyarakat sangat diperlukan, saling mengawasi, saling mengingatkan, bilamana perlu ada jalur komunikasi yang mudah dan tidak membebani  masyarakat untuk menyampaikan pada pihak pemerintah saat masyarakat menemui adanya pelanggaran-pelanggaran di tempat umum. Karena sementara ini misalnya ada masyarakat yang mengetahui adanya pelanggaran seperti penebangan dahan pohon disekitar trotoar untuk kepentingan pribadi (makanan ternak), masih belum tahu harus menyampaikan kemana di nomor telepon berapa.

Penggunaan fasilitas umum lebih banyak berurusan dengan kebutuhan hidup mendasar, seyogyanya dapat dilakukan pendekatan yang dapat diterima oleh semua pihak. Pemberdayaan masyarakat juga dapat dilakukan dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya taat aturan, pentingnya menjaga keindahan tata kota, memahami kegunaan fasilitas umum untuk kepentingan bersama dan sebagainya. Intinya agar masyarakat dapat ikut berperan serta dalam program pemerintah dalam penggunaan fungsi fasilitas umum.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: