MEMANDANG LANGIT

Puisi Rino Desanto W

Secercah Harapan
Sekeping hati terlempar di sela kericuhan
Hasratku memungut ceceran harapan
Membawa terbang mengusir angin menyapu awan
Melihat senyummu mematahkan rintangan
Melangkah menerjang kebuntuan

Hariku
Kita sepakat menggali bumi tatkala perut gemeretak
Kita sepakat memandang ujung langit tatkala keringat mengering
Bahu kita lama menyimpan pedih merenda senyum
Gelombang ini telah mengangkat kaki kita
Kita akan terus berlayar menyelam genangan kasih sayang

Melepas Sesak
Bajuku sudah mengering dadaku telah membuka
Guyurkan air matamu sampai sembab
Tumpahkan amarahmu hingga serak
Gundah hanya sesaat tak kan kembali
Rambut kusut kan terurai
Tubuh dekil kan melenggang gemulai
Senyummu membuka langit mengurai malam
Matamu menyerap matahari
Pelukku tak lagi berarti

Panas Meranggas
Ranting mengering
Daun gugur bertebaran
Dimana berteduh
Asap menyelinap
Dimana bersembunyi
Alam lelah disakiti
Alam lelah menangis
Alam lelah dikebiri
Sekarang alam marah
Sekarang alam tak peduli

Topang Dagu
Awalnya aku bertanya
Kau dulu ada atau kehampaan
Awalnya aku bertanya
Jika ada bumi di luar bumi mana lebih indah
Jika ada manusia di luar manusia siapa lebih mulia
Gundahku terhalang awan tebal
Pandangku tak mampu menembus langit
Aku tak lagi bertanya
Kupeluk bayangan abu-abu

Berharap Indah
Aku menepi menepis hingar bingar
Aku berlari menyibak barisan topeng
Aku mencoba berteduh dari sengatan keserakahan
Kini kunanti engkau di bawah bintang
Menunggu kegilaan beku menghirup harum tengkukmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: