PANDANG LURUS

Puisi Rino Desanto W.

Membuka Pintu 2016
Kita sepakat bertukar bunga dengan pedang
Tancapkan rose merah direlung hatimu
Inginku matamu pancarkan kelembutan
Inginku bibirmu lontarkan gairah
Inginku melihat lenggangmu gemulai
Kan kukibaskan pedang melintas hari
Menimba keringat menganyam pundi
Bersama rebah dalam gubug lelah

Tiba Saatnya
Saatnya tlah tiba
Mentari hangat di pagi hari
Angin sejuk di siang hari
Langit cerah di sore hati
Pandang ke depan teduh
Malam penuh bintang

Mati Lampu
Aku kehilangan jejakmu
Aku rindu senyummu
Aku rindu desahmu
Muncullah meski bayangan sekilas
Menangislah jika melegakan nafasmu
Menangislah jika menjernihkan pikirmu
Tahun berganti entah kemana memburu lelahmu

Pencarian
Aku lelah mengejar bayangmu
Jejakmu semakin buram
Aku sandarkan tubuhku di pohon pilang
Selatan kota senyap tak berujung
Akankah kau terbang menggapai sunyi
Aku tak mampu memandang dari bulan
Aku hanya kuasa mengintip angan-angan

Senin Merekah
Bunga ungu mekar di pelupuk mata
Tak kan kupetik kan selalu kupandang
Biarlah kulitku terbakar janjiku menghalau terik
Biarlah jalanku gontai janjiku mengusir badai
Air mata kehidupan mengalir deras
Senafas gelora darah ungu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: