PENTINGKAH FULL DAY SCHOOL?

PENTINGKAH FULL DAY SCHOOL?

Oleh: Rino Desanto

Pendidikan itu hendak menggunakan gaya apa sebenarnya bukanlah masalah besar. Full day maupun bukan full day bukanlah suatu yang penting. Seyogyanya yang perlu mendapatkan perhatian besar adalah makna full day itu sendiri sehingga dapat dilaksanakan dengan tepat. Tentu dengan mempertimbangkan kebutuhan psikologis anak dan tak kalah pentingnya adalah mengaitkan dengan kepentingan bangsa.

Negeri ini butuh generasi seperti apa. Apakah negara membutuhkan generasi kedepan adalah generasi yang memiliki rasa sosial yang tinggi, ataukah yang memiliki kecintaan yang mendalam terhadap negeri ini. Apakah generasi yang religius, ataukah generasi yang jujur. Generasi yang berbudaya atau generasi yang berbakat. Apakah generasi yang cinta damai, ataukah generasi yang terbuka terhadap perubahan. Ataukah ingin semua lebel tersebut menempel generasi kedepan.

Jika pendidikan mempertimbangkan kebutuhan negara akan generasi ke depan, besar kemungkinkan gaya pendidikan kita akan berumur panjang, mulai dari anak sampai usia produktif. Evaluasi total baru dilakukan setelah mereka dewasa dan bekerja. Bisa jadi ganti generasi juga akan ganti penekanan akan kebutuhan generasi ke depan, karena perubahan jaman, generasi yang dibutuhkan oleh negara juga berubah.

Misalnya saat ini kita membutuhkan generasi yang jujur, generasi yang berani mengakui kesalahan, generasi yang berani meminta maaf. Ketika keinginan negera akan generasi seperti ini telah terpenuhi maka kebutuhan lain akan muncul. Misalnya dengan makin intennya penggunaan gadget, pertemuan tatap muka antar individu semakin jarang akibatnya rasa sosial semakin berkurang, maka gaya pendidikan dapat diarahkan untuk membentuk generasi kedepan yang memiliki rasa sosial yang tinggi.

Pertanyaannya pendidikan kita akan diarahkan kemana, untuk memenuhi kebutuhan negara yang seperti apa. Jika ini tidak bisa dijawab, gaya pendidikan apapun yang kita kenakan tidak akan dapat dikatakan efektif. Saatnya kini mulai memikirkan tujuan akhir pendidikan itu apa, dimulai dari saat anak mempelajari dunia luar sampai mereka lulus perguruan tinggi.

Semua kegiatan orang tua, guru/dosen, masyarakat diarahkan kesana dan pemerintah benar-benar memfasilitasi karena negara benar-benar berkepentingan akan hasil pendidikan tersebut. Ini sebuah pekerjaan besar, perlu sosialisasi panjang dan mendalam pada semua lini, mulai dari ibu-ibu PKK, bapak-bapak di tingkat RT sampai pejabat tinggi dari berbagai kementerian terkait.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa masih ada hal besar yang memerlukan perhatian lebih dalam hal pendidikan anak bungsa. Bukan sekedar berkutat pada hal-hal teknis seperti full day atau bukan full day school.

2 Komentar

  1. Rasyid Adli said,

    September 21, 2016 pada 11:57 am

    terima kasih pak atas infonya…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: