MELINGKAR

 Puisi Rino Desanto W.

Tergores
Walau ujung pisaumu goreskan luka
Aku tak jua merintih
Walau terhalang dinding besi
Takkan terpaku bisu
Walau tersambar medan api
Takkan surut langkah
Walau kau lepas seribu ular
Aku takkan berlari
Kan kurobohkan pagar keangkuhan
Kan kusibak kabut malu
Maafmu di ujung kaki

Usai Senja
Roh suci menapak tangga awan
Terang lapang ringan
Anak manusia termangu
Tunduk warna kehidupan
Sentuhan mata menyayat
Nyanyian hati meratap
Berharap esok kuncup merekah
Menatap langit teduh

Menjelang Senja
Masih ada bercak merah di baju putih
Masih ada remang di antara terang
Masih ada kerikil di jalan awan
Kereta kuda menanti roh suci
Saatnya sucikan diri
Saatnya meramu hati
Jika tiba waktunya lambaikan cinta
Jika tiba waktunya tebarkan senyum bahagia

Santap Pagi
Kuhirup musikmu
Pagi terasa lembut
Kuhirup musikmu
Pagi terasa lebih tenang
Kuhirup musikmu
Pagi terasa hikmat
Kuhirup musikmu
Pagi terasa lebih agung
Kusimak rupamu
Urat cantik mengintai mata
Kusimak rupamu
Sumsum lunak memoles bibir
Pagiku hangat hariku teduh

Menjelang Pilkada
Jamur ricuh bermekaran
Tunas kebencian tumbuh subur
Topeng terkuak sabetan pedang
Topeng terkupas pisau angin
Tampak wajah-wajah serakah
Wajah-wajah dengki sakit hati
Wajah-wajah penadah penyiang sisa
Wajah-wajah ketakutan primitif
Gelap merangkak menuju mulut gua
Terang menuai pagi menuju padang

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: